Anak Tantrum

anak tantrum

Apakah bunda sering mendapati buah hati anda cepat merasa cepat marah, emosi bahkan sering berteriak-teriak sambil menangis? Jika demikian maka itu merupakan gejala tantrum yang memang sering sekali  terjadi pada anak-anak. Penyebabnya? Tentu ada beraneka ragam. Para orangtua sebaiknya juga harus mengambil langkah yang tepat untuk meredakan emosi anak yang sedang memuncak tersebut. Dibawah ini pembahasan lengkap mengenai anak tantrum tersebut

Mengenal Dekat tentang Tantrum

Bagi para orangtua, anda pasti sudah mengenal bagaimana kondisi ini terjadi pada anak bukan tapi belum mengetahui apa istilahnya? Tantrum sendiri merupakan sebuah fase dimana anak akan mengalami kemarahan yang luar biasa seperti mereka akan menangis, berteriak, hingga menggerakkan badan sambil melemparkan barang apa saja yang ia temukan.

Tantrum yang terjadi pada seorang anak-anak dibagi menjadi dua yakni tantrum manipulative dan tantrum frustasi.

  1. Tantrum manipulative

Merupakan tantrum yang akan muncul apabila keinginan sang anak tidak terpenuhi. Ini merupakan sebuah tantrum yang sengaja dibuat anak-anak agar nantinya para orangtua bisa  memenuhi keinginannya. Biasanya tantrum ini terjadi akibat adanya penolakan.

  1. Tantrum frustasi

Tantrum frustasi ini biasanya akan dipengaruhi oleh beberapa factor seperti karena kelelahan, kelaparan hingga gagal dalam melakukan sesuatu. Untuk mengatasi jenis tantrum yang satu ini, para orangtua harus mendekati anak dengan tenang.

Cara Mengatasi Tantrum pada Anak

  1. Berbicaralah dengan anak

Agar anak tidak semakin marah ketika tengah mengekpresikan perasaannya, maka sebaiknya para orangtua memang tidak langsung ikut-ikutan marah. Tetapi cobalah untuk mencari tahu apa penyebab dari kemarahan tersebut dan carilah cara paling efektif untuk meredakannya. Mengajaknya bicara bisa menjadi solusi yang terbaik untuk meredakan tantrum tersebut. Hal ini tidak lain karena anak yang suka perperilaku buruk, biasanya adalah karena keinginan untuk mendapatkan perhatian lebih

  1. Cobalah untuk tetap tenang

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, ketika anak anda sedang mengalami tantrum, maka sebagai orangtua yang baik, anda juga tidak boleh terjebak dalam emosi dengan cepat. Anda harus tetap tenang. Buatlah negosiasi dengan tenang dengan anak anda. Hindarilah untuk melempar barang yang ada didekatnya karena memicu mereka untuk meniru.

  1. Stop memukul anak

Tindakan memukul anak memang masih dilakukan oleh sebagian besar orangtua yang belum mengetahui bagaimana cara membesarkan anak dengan benar. Padahal memukul bukanlah tindakan yang tepat untuk mengurangi tantrum pada anak-anak. Hal ini tidak lain karena bisa menimpulkan tantrum lebih buruk lagi. Cobalah mengajak mereka untuk mengobrol dengan hati-hati.

Demikian ulasan mengenai tantrum anak yang sering sekali diabaikan oleh para orang tua. Dengan mengambil tindakan yang tegas inilah, kelak ketika dewasa anak anda akan lebih disiplin. Dan ingat memarahi bahkan memukul anak ketika tantrum sedang muncul bukanlah hal yang tepat dilakukan.